Sejarah
Sejarah dan Perkembangan Organisasi
Organisasi isteri anggota TNI Angkatan Udara terbentuk dalam situasi perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dengan melaksanakan perjuangan fisik menghadapi Agresi Belanda. Berdasarkan rasa senasib dan sepenanggungan, serta dihadapkan pada suasana kehidupan yang penuh tantangan, menjadikan dorongan untuk turut serta memikul tugas yang berkaitan dengan pemupukan rasa kesetiakawanan, pembinaan kesejahteraan anggota baik lahir maupun batin.
Untuk itulah, di beberapa pangkalan udara didirikan persatuan isteri anggota AURI yang bersifat lokal dengan menggunakan nama yang berbeda-beda. Di Pangkalan Panasan Solo dibentuk "Persatuan Istri Tentara Angkatan Udara Republik Indonesia" disingkat "PERSIT AURI" pada tahun 1950.
Pada tahun 1951 di Pangkalan Udara Andir Bandung didirikan pula "Ikatan Wanita Keluarga Angkatan Udara" yang disingkat "IWKA", yang kemudian disusul pada tahun 1953 di Jakarta dengan berdirinya "Ikatan Keluarga Angkatan Udara" disingkat "IKA". Tahun 1954 di Bandung didirikan "Persatuan Istri Tentara Angkatan Udara" disingkat "PITA".
Untuk mempersatukan persatuan-persatuan organisasi isteri AURI yang berdiri secara lokal dan tidak saling berhubungan, maka atas prakarsa Ibu Suryadarma serta restu Kepala Staf Angkatan Udara yang pertama, pada tanggal 24-26 November 1956 di Bandung diselenggarakan konferensi organisasi isteri TNI AU dari berbagai pangkalan. Konferensi tersebut dihadiri oleh utusan dari tujuh belas pangkalan udara, dan menghasilkan beberapa keputusan penting, antara lain membentuk wadah tunggal bagi organisasi Persatuan Istri AURI disingkat PIA, serta menetapkan tanggal 25 November 1956 sebagai hari lahirnya organisasi Istri AURI. Kemudian secara berlanjut diselenggarakan Konferensi II pada tahun 1960 dan Konferensi III pada tahun 1964.
Sejalan dengan perkembangannya, pada Kongres IV tahun 1966 ditetapkan penambahan nama "ARDHYA GARINI" di belakang PIA, sehingga sebutan organisasi isteri AURI secara resmi menjadi "PIA ARDHYA GARINI". Ardhya berarti dirgantara, bomantara, atau jumantara, dan Garini berarti garwo, ratu, atau isteri.
Sejalan dengan perkembangan organisasi TNI Angkatan Udara, PIA Ardhya Garini secara bertahap melakukan penyesuaian dan penyempurnaan, baik pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga maupun struktur organisasi yang disusun secara berjenjang mulai dari tingkat pusat, daerah, gabungan, cabang, dan ranting.